Header Ads

Inilah 6 Bahaya Ghoswul Fikri Bagi Generasi Muda

 


Berikut rangkuman ceramah I'tikaf Malam ke 25 Ramadhan 1442 H bersama Agung Tazka :

Sangat tepat jika Allah Mengutus Muhammad SAW. Adalah untuk mendidik umat manusia agar berakhlaq mulia, sebagaimana Rasulullah SAW. telah Bersabda:


إِنَّمَا بُعِثْتُ لأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الأَخْلاقِ
Artinya: “Sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak.” (HR Al-Baihaqi dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu).

Perkembangan teknologi yang begitu pesat memiliki banyak manfaat namun juga memiliki dampak buruk bagi penggunanya. Tenologi yang sangat canggih menjadi media empuk untuk melakukan perusakan moral generasi muda dan anak-anak.

Ghozwul Fikri yang berasal dari dua ata yaitu Ghozwah dan Fikr, ghozwah berarti serangan, serbuan atau invasi. Sedangkan fikr berarti pemikiran sehingga Ghozwul Fikri bisa diartikan perang pemikiran yang dilakukan oleh musuh-musuh Islam untuk menghancurkan generasi dengan menggunakan tenologi yang ada. Kecanggihan tenologi yang ada saat ini digunakan oleh musuh-musuh Islam untuk menghancurkan generasi setiap hari, setiap waktu, setiap saat. Bahkan Ghazwul Fikri berlaku 24 jam nonstop dengan sasaran semua usia.

Salah satu media yang empuk yang dibunakan untuk menghancurkan moral generasi adalah gadget, hal ini karena gadget sangat murah dan mudah didapatkan.Gadget pun difasilitasi oleh aplikasi-aplikasi yang menjadi kegemaran anak muda diantaranya adalah : FB, Instagram, yutube, tiktok, game online,  snack video dan lain-lain

Maka dari itu perlu adanya penjagaan aqidah agar moral generasi tidak mudah rusak atau luntur, namun tida mudah karena semua perlu berperan mulai dari orang tua, guru dan tokoh agama.

Perhatikan Qur'an Surat Al-Baqarah ayat 120

 :وَلَن تَرْضَىٰ عَنكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَىٰ حَتَّىٰ تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ ۗ قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَىٰ ۗ وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُم بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ ۙ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِن وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ ﴿١٢٠﴾

"Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)". Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu." (QS. Al-Baqarah : 120)

Kata millah dari ayat tersebut bisa berarti agama, gaya hidup, kebiasaan, pakaian, kepribadian, cara berfikir dan lain-lain. Maksudnya adalah orang-orang yahudi akan berusaha menggiring umat Islam terutama anak-ana mudanya digiring untuk mengikuti agama, kebiasaan, adat, kepribadian dan gaya hidup mereka, ternyata hal ini sudah terjadi kepada generasi muda sekarang. Mereka sudah meninggalkan Al-Qur'an dan mulai mengganggap Islam menjadi asing buat mereka sendiri. Generasi muda searang sudah tidak bangga dengan Al-Qur'an, sudah mulai meninggalkan sholat, enggan untuk ke Masjid atau mushola.

Mereka lebih asyik dengan gadget (HPnya), sibuk dengan game online sampai-sampai lupa dengan sholat lima waktu. Jika sudah seperti ini maka ada 7 hal yang akan terjadi kepada generasi muda saat ini akibat dari Ghazwul Fikri, diantaranya adalah :

1. Tertipu : "Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh (mu), karena sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala". (Fathir 35:6)

Musuh-musuh Islam berusaha akan mengajak dan membujuk dengan berbagai cara agar mengikuti mereka, sehingga generasi Islam akan tertipu dan menjadi penghuni neraka.

2. Cenderung : "Dan janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang zalim yang menyebabkan kamu disentuh api neraka, dan sekali-kali kamu tiada mempunyai seorang penolongpun selain daripada Allah, kemudian kamu tidak akan diberi pertolongan." (QS. Hud 11:113)

Strategi musuh-musuh Islam adalah melakakun berbagai macam cara agar kebiasaan, gaya hidup merea diikuti. Hal ini bisa dilihat dari kebiasaan anak muda searang yang memiliki gaya dan kepribadian seperti mereka.

3. Mencintai : “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang, di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya.” (QS. Ali Imran[3]: 118)

Salah satu strategi musuh Islam adalah membuat acara-acara seperti film, konser dan lain-lain, tujuannya adalah untuk menciptakan trend idola, sehingga banyak generasi Islam yang mencintai artis dari kalangan mereka.

4. Menaati : “Yang demikian itu karena sesungguhnya mereka (orang-orang munafik) itu berkata kepada orang-orang yang benci kepada apa yang diturunkan Allah (orang-orang Yahudi): “Kami akan mematuhi kamu dalam beberapa urusan”, sedang Allah mengetahui rahasia mereka” (QS. Muhammad :26)

Lemahnya aqidah generasi muda akan membuat lemah untuk berpikir kritis, dengan seperti itu maka mereka aan mudah untuk dibeli, disuap, dan dimanfaatkan, sehingga tanpa berpikir ritis dan panjang hanya demi harta, uang dan jabatan mereka menaati  orang-orang kafir

5. Mengikuti : “Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)". Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu".  (QS. Al-Baqarah :120) 

Lemahnya aqidah generasi muda akan membuat lemah untuk berpikir kritis, dengan seperti itu maka mereka aan mudah untuk dibeli, disuap, dan dimanfaatkan, sehingga tanpa berpikir ritis dan panjang hanya demi harta, uang dan jabatan mereka mengikuti orang-orang kafir.

6. Menyerupai dan Loyalitas : “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim". (QS. AL-Maidah :51)
Lemahnya aqidah, iman dan pengetahuan tentang bahaya dari ghazwul fikri, maka mereka menjadi orang yang tidak peduli dengan agamanya sehingga mereka hanya mengikuti hawa nafsu dan kesenangan. Kecintaan buta tanpa pengetahuan mengakibatkan mereka selalu menyerupai, menyamai, membuat dirinya mirip dan setia dengan orang-orang kafir.

Maka dari itu jika umat Ismal dan gerenasi sudah mengalami hal di atas maka akan mendapatkan dampak yang lebih buruk yaitu : rendah diri, mengekor, berbuat syirik kepada Allah, dilaknat oleh Allah, Allah berlepas diri darinya, mereka aan murtad dan akan diturunkan azab Allah.

Comments
0 Comments
Facebook Comments by comments

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.